Tak banyak orang yang tahu bahwa bencana di Selat Sunda bukan sekadar Tsunami atau Anak Gunung Krakatau Meletus. Ada satu bencana lain yang dirasakan oleh warga, yakni banjir. Naiknya air laut dan curah hujan yang terus-menerus mengguyur kawasan Pandeglang membuat beberapa lokasi di Pandeglang terkena banjir. Banjir tersebut melanda dari 22—26 Desember 2018. Bahkan, banjir itu kembali melanda per 1—2 Januari 2019.

Kabar banjir melanda kembali pada 1-2 Januari 2019 datang dari Pak Jafar. Beliau bahkan mengirimkan beberapa foto dengan keterangan bahwa area yang akan kita beri donasi terendam banjir. Kami dari panitia Propan Care bahkan bingung, bagaimana jika tanggal 3 januari air belum surut. Koordinasi intens pun terus dilakukan, hingga akhirnya kami memutuskan untuk memundurkan pembagian donasi ke Jumat, 4 Januari 2018.

Kamis, 3 Januari 2019, kami masih mendapat kabar yang kurang mengenakkan. Posko yang akan kami datangi, yang lokasinya di bukit, ternyata ditinggalkan. Akses yang susah dan sempat terisolasi banjir membuat masyarakat mencari perlindungan di tempat lain. Nama salah satu sekolah pun sempat menjadi tujuan pembagian donasi. Tetapi, ternyata tidak jadi karena sekolah tersebut harus dikosongkan agar anak-anak bisa masuk sekolah di tanggal 7 Januari.

Selain mempersiapkan sembako dan barang kebutuhan lainnya, bagi-bagi makanan ringan buat anak-anak menjadi hal utama yang dipersiapkan matang oleh panitia.

Kami, tim panitia Propan Care dibuat gundah-gulana. Berbagai persiapan dan terencana seolah sirna. Mau kembali survei pun, rasanya sulit. Untuk sekadar asal datang, kami tak mau karena kami ingin membagikan kepada orang-orang yang tepat dan membutuhkan. Ditambah lagi, status siaga belum juga dicabut. Kondisi ini membuat jajaran direksi dan para petinggi manajemen PT Propan Raya, meminta panitia untuk memundurkan waktu pembagian donasi.

“Saya tahu pemberian donasi ini positif. Mereka juga sangat membutuhkan bantuan ini, tapi saya juga tidak mau kalian kenapa-kenapa di sana,” ucap CEO PT Propan Raya, Kris Rianto Adidarma. Cinta seorang CEO terhadap karyawan di bawahnya tampak terlihat di titik ini. Kris Rianto Adidarma yang juga merupakan anak pendiri PT Propan Raya, Hendra Adidarma, bahkan meminta kami untuk terus memberikan informasi sekecil apapun tentang kondisi di lokasi.

Panitia yang menyukseskan acara donasi untuk Selat Sunda.

Di sisi lain, Kris Rianto Adidarma yang berhasil masuk buku “50 CEO: Filosofi, Kepimpinan, Kisah Sukses”, ini memiliki pandangan lain. Tanpa ada data yang valid di lapangan, dikhawatirkan donasi tidak tersampaikan dengan baik. “Lebih baik menunggu beberapa hari, sekalian minta data dari lapangan, baru bertindak,” ucapnya. Mendengar instruksi ini, kami pun melakukan koordinasi lagi. Kami sepakat bahwa donasi ini harus diterima oleh orang yang tepat dan membutuhkan.

Setelah melalui berbagai koordinasi dan pertimbangan, akhirnya kami memutuskan untuk mengadakan donasi pada Senin, 7 Januari 2018. Ada 3 lokasi yang kami datangi, yakni sekolah Madrasah Ibtidaiyah (MI) Matlaul Anwar Desa Teluk, Kampung Pelabuhan, dan Kampung Cikujang Desa Tanjung Jaya (Tanjung Lesung). Khusus untuk acara di Madrasah Ibtidaiyah (MI) Matlaul Anwar Desa Teluk, tak hanya dilakukan acara besar dan melibatkan anak-anak sekolah, tetapi juga masyarakat di Kampung Badongan Desa Teluk.

Senin, 7 Januari 2019, kami memulai perjalanan ke lokasi bencana. Ceritanya akan kami bagikan di tulisan selanjutnya.

KOMENTAR

Ada 0 komentar untuk artikel ini
Berita Terkait
Indonesia kembali berduka. Sabtu, 22 Desember 2018, musibah tsunami melanda…
Bagi para pecinta graffiti, acara Street Dealin yang melibatkan banyak…
Visi PT Propan Raya yang ingin menjadi perusahaan cat dan…