Walaupun harganya mahal, banyak orang yang jatuh hati dengan kayu jati. Kayu ini disukai karena kekuatan, keawetan, dan keindahan seratnya. Namun, hati-hati dalam memilih jenis kayu jati, ada yang tua dan yang muda. Begitupun saat memilih finishing-nya. Sayang kan, sudah beli mahal-mahal tetapi tidak bisa maksimal. Lantas, bagaimana mengenali kayu jati muda dan tua, beserta pilihan finishing-nya?

Kayu jati yang dikenal sebagai kayu kelas kuat I dan kelas awet II memang tidak perlu diragukan lagi kualitasnya. Kayu jati termasuk golongan kayu ideal karena kekuatan, keawetan, dan keindahan serat yang dimilikinya. Kayu ini sangat tahan terhadap serangan rayap dan jamur. Selain itu, kayu jati memiliki daya tahan yang baik terhadap cuaca dan perubahan suhu. Segala kelebihan inilah yang membuat kayu yang bernama latin tectona grandis ini berharga mahal.

Namun, harus dipahami bahwa segala sifat kayu jati yang sempurna tersebut hanya dimiliki oleh kayu jati tua. Kayu jati tua adalah kayu jati yang berasal dari pohon jati yang sudah berumur lebih dari 80 tahun. Kayu jati dengan mutu tinggi ini diperoleh dari pohon yang pertumbuhannya alami yang dikembangkan melalui perkecambahan biji. Kayu jati jenis ini memiliki tekstur dan serat yang halus dan padat, serta pori-pori yang kecil.

Keindahan serat kayu jati menjadi elemen yang bisa membuat orang jatuh hati.

Batangnya yang besar juga membuat kayu jati tua minim sambungan. Selain Itu, warna coklat tua yang dimiliki kayu jati tua juga dapat menampilkan kesan elegan dan kokoh sehingga menambah kelebihan dari kayu kelas I ini. Kayu jati tua memiliki tingkat keawetan yang tinggi. Hal ini didasari sifat dari pohon jati yang semakin tua umur pohonnya, semakin kecil kadar airnya, maka semakin besar berat jenisnya dan keawetannya. Tak heran, jika kayu jati tua juga sangat bagus dipakai untuk pembuatan furnitur atau kontruksi bangunan.

Di dalam kayu jati juga terdapat zat ekstraktif yang disebut tectoquinon, zat penghasil minyak. Zat ini terletak di kayu teras yang terdapat dalam batang pohon jati. Semakin tua umur pohon maka persentase kayu teras makin besar sehingga minyak yang dihasilkan juga semakin banyak. Minyak inilah yang membuat kayu jati menjadi tahan rayap dan jamur. Selain itu, minyak juga dapat membuat tampilan kayu jati menjadi mewah.

Sayangnya, segala kelebihan jati tua sudah mulai sulit untuk ditemui. Kayu jati yang kini banyak beredar di pasaran adalah kayu jati muda hasil pembudidayaan yang berumur di kisaran 5—7 tahun. Kayu jati jenis ini digolongkan dalam kayu kelas V. Ciri dari kayu jati muda adalah mempunyai serat besar dan memiliki tekstur permukaan yang bergelombang. Selain itu warnanya cenderung putih. Karena umurnya yang masih muda, kandungan minyak dalam kayu jati muda masih sangat sedikit sehingga tidak tahan terhadap serangan rayap.

Kayu jati dapat diaplikasi di interior maupun eksterior. Tinggal sesuaikan saja finishing-nya. 

Walau begitu, beberapa treatment khusus untuk menambah kekuatan dan keawetan kayu jati muda kini sudah mulai banyak bermunculan. Hanya saja, kayu jati muda tetap tidak direkomendasikan untuk konstruksi bangunan. Lebih cocok digunakan untuk kebutuhan furnitur atau bangunan non kontruksi. Treatment yang biasa digunakan oleh para pengusaha kayu adalah pengawetan kayu dengan teknik perendaman dan teknik pengovenan. Teknik ini mampu memperpanjang umur kayu dibandingkan dengan yang tanpa direndam dan dioven.

Agar hasil maksimal, baik kayu jati yang tua maupun muda sebaiknya tetap diberikan perlindungan dengan melapisi finishing pada permukaan kayunya. Pilihan finishing-nya adalah stain (warna transparan/serat tetap terlihat), paint (warna tutup serat), dan varnish (clear coating). Kayu jati dengan serat yang bagus sangat tepat di-finishing dengan stain agar mengekspos keindahan serat kayu. Sementara, untuk jati muda, bisa di-stain terlebih dahulu kemudian di-varnish, agar warnanya terlihat lebih matang. Sedangkan jati tua yang warna kayunya sudah matang cukup di-varnish saja.

Inilah pilihan finishing untuk kayu jati.

Sebagai edukasi, stain ada 2 jenis, yaitu dyes-stain dan pigment-stain. Keduanya adalah dari segi transparansi dan penempatannya. Warna dyes-stain lebih transparan dibandingkan dengan Pigment-Stain karena dyes stain terbuat dari bahan pewarna dyes saja sehingga memiliki penetrasi yang sangat baik ke dalam kayu. Namun dyes-stain ini hanya direkomendasikan untuk interior (indoor). Sedangkan pigment-stain warnanya semi-transparan dan dapat digunakan untuk eksterior (outdoor). Contoh produk dyes stain adalah Impra WS-162 dan pigmented stain adalah Ultran Politur dan Ultran Lasur.

Sementara, varnish merupakan bahan pelapis tanpa warna (clear coating) yang berfungsi melindungi lapisan di bawahnya dari goresan, air, dan lain-lain. Jenis clear coating yang bisa digunakan untuk kayu di interior adalah Impra Melamine dan Impra NC. Sedangkan untuk eksterior dapat menggunakan Propan PU Lacquer atau Ultran P-01 Clear, Ultran P-03 Clear, atau Ultran Lasur Natural (dof/gloss).

Dengan edukasi ini, semoga Anda tidak salah dalam memilih kayu jati beserta finishing-nya.

KOMENTAR

Ada 0 komentar untuk artikel ini
Berita Terkait
Siapa sangka, bisnis furnitur angkringan yang awalnya hanya menjangkau masyarakat…
Akademi Bambu Nasional (ABN) menyelenggarakan seminar dan workshop dengan tema…
Bisakah orang meninggal dunia menafkahi orang yang masih hidup? Jawabannya…
Dengan mengaplikasikan cat Primtop pada permukaan besi, seperti pagar, teralis,…
Bagi Anda yang mengaku pecinta kayu dan jatuh hati dengan…
Alkana Vietnam menyelenggarakan seminar dan pameran produk cat water based…
Visi PT Propan Raya yang ingin menjadi perusahaan cat dan…
Sejak 2018, Klinik Darma Nusantara konsisten menjalankan Program Pengelolaan Penyakit…
Dalam rangka pengembangan industri melalui “Program Pengembangan Industri Argo” dengan…
Untuk menjawab kebutuhan finishing mebel dan furnitur kaum milenial, PT…
PT Propan Raya terus berinovasi dengan melahirkan produk cat berkualitasnya.…
Tak pernah terlintas di benak Sesa Susanti atau kerap disapa…
Amad Zulfikar Fawzi atau yang lebih dikenal dengan nama Ikang…
Dunia furnitur kayu sebenarnya bukan dunia pertama yang digeluti Om…
Tak pernah terlintas di benak Muhammad Kamil, ia akan terjun…
Pameran material dan teknologi bangunan terbesar di Indonesia bernama 'Indobuildtech…
Tim Propan Raya tak henti-hentinya menyebarkan edukasi pengecatan kepada khalayak…
Sabtu, 6 April 2019, komunitas Hobikayu bersama dengan Kementerian Pendidikan…
Demi memberikan edukasi terkait dengan dunia petukangan, Komunitas Hobikayu Medan…