Selasa, 27 November 2018. Setelah melalui serangkaian proses yang cukup panjang, Sayembara Desain Pusat Cenderamata Pariwisata (2018) yang diselenggarakan oleh Kementerian Pariwisata (Kemenpar), Badan Ekonomi Kreatif (BEKRAF), dan PT Propan Raya, serta didukung oleh BRI, telah memasuki tahap penjurian final. Proses penjuriannya dilakukan di Balairung Soesilo Soedarman, Gedung Sapta Pesona, Kemenpar.

Diselenggarakannya sayembara ini merupakan bentuk komitmen dari Kemenpar, BEKRAF, dan PT Propan Raya, yang ingin terus melestarikan budaya bangsa melalui Arsitektur Nusantaranya. Selain itu, sebagai bentuk dukungan terhadap program Kementerian Pariwisata (Kemenpar) dalam mengembangkan 10 Destinasi Pariwisata Prioritas sebagai ‘Bali Baru’, sesuai dengan instruksi Presiden Republik Indonesia (RI), Joko Widodo.

Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya mengatakan bahwa melalui Sayembara Desain Pusat Cenderamata Pariwisata 2018 dapat memberikan kesempatan bagi para arsitek di seluruh Indonesia, dari mulai arsitek junior hingga arsitek senior, untuk turut memajukan Arsitektur Nusantara serta turut mendukung program pengembangan 10 destinasi wisata di Indonesia yang diprioritaskan oleh Pemerintah.

Perwakilan dari Kemenpar, BEKRAF, dan PT Propan Raya berfoto bersama para juri.

Deputi Bidang Pengembangan Destinasi Pariwisata, Dadang Rizki Ratman, yang membuka acara penjurian final hari ini mengungkapkan bahwa diadakannya Sayembara Desain Pusat Cenderamata Pariwisata 2018 diharapkan dapat membuka mata banyak pihak bahwa pariwisata butuh fasilitas penunjang lainnya, seperti pusat oleh-oleh atau cenderamata yang nyaman serta mengangkat desain lokal yang kekinian.

“Setelah kemarin kita menyelenggarakan sayembara homestay dan restoran, kali ini kita menyelenggarakan Sayembara Desain Pusat Cenderamata Pariwisata. Semoga, fasilitas-fasilitas ini dapat menjadi elemen pendukung dalam menyempurnakan tempat wisata di 10 Destinasi Pariwisata Prioritas sebagai ‘Bali Baru’ karena wisata yang baik butuh fasilitas pendukung yang baik pula,” ucapnya.

Setelah melalui proses yang cukup panjang, yakni konferensi pers & aanwijzing (5 Oktober 2018), pendaftaran dan penerimaan karya (5 Oktober – 16 November 2018), serta verifikasi karya (21 November 2018), hari ini (27 November 2018) semua karya yang masuk dilakukan penjurian final. Berdasarkan data yang masuk ke panitia, total karya terdaftar sebanyak 1.079, total karya yang diterima sebanyak 366, jumlah tim yang mendaftar sebanyak 597, serta jumlah tim yang memasukan karya sebanyak 285.

Para juri sedang menilai karya peserta Sayembara Desain Pusat Cenderamata Pariwisata.

Adapun rincian karya yang masuk adalah sebagai berikut: Danau Toba (Sumatera Utara) 50 karya, Tanjung Kelayang (Bangka Belitung) 27 karya, Tanjung Lesung (Banten) 23 karya, Kepulauan Seribu dan Kota Tua (Jakarta) 30 karya, Borobudur (Jawa Tengah) 51 karya, Bromo-Tengger- Semeru (jawa Timur) 35 karya, Mandalika (Lombok, NTB) 37 karya, Labuan Bajo (Flores, NTT) 48 karya, Wakatobi (Sulawesi Tenggara) 37 karya, serta Morotai (Maluku) 28 karya.

Dari semua karya yang masuk, para dewan juri akan menilai dan memutuskan para pemenang Sayembara Desain Pusat Cenderamata Pariwisata 2018. Pemenang utama akan mendapatkan hadiah Rp 50 juta, pemenang harapan 1 Rp 25 juta, pemenang harapan 2 Rp 15 juta, dan juara umum (dipilih karya terbaik dari pemenang utama) akan mendapatkan tambahan Rp 100 juta.

Para juri yang menilai karya peserta adalah Yori Antar (Arsitek Profesional), Endy Subijono (Arsitek Profesional), Anneke Prasyanti (Ketua Tim Percepatan Pembangunan Desa Wisata), Hari Sungkari (Deputi Infrastruktur Badan Ekonomi Kreatif), dan Lea Aziz (Ketua Himpunan Desainer Interior Indonesia). Merekalah yang nanti akan menentukan juara berdasarkan destinasi wisatanya.

Para panitia yang hadir menyukseskan acara penjurian Sayembara Desain Pusat Cenderamata Pariwisata.

Ketua tim dewan juri Yori Antar mengungkapkan beberapa aspek penilaian meliputi desain bangunan harus mengambil inspirasi kelokalan (interior maupun eksterior), desain bangunan harus ramah lingkungan, ada material/unsur lokal dari daerah setempat, pengaturan tata ruang yang fungsional dan efisien sesuai dengan TOR, serta menampilkan suasana atau ambience budaya setempat.

“Arsitektur nusantara bukan arsitektur tradisional. Yang kami nilai pada Sayembara Desain Pusat Cenderamata Pariwisata bukan arsitektur tradisional, tetapi arsitektur nusantara. Desainnya harus terinspirasi dengan nilai kelokalan. Tetapi jangan sampai terjebak dengan arsitektur tradisional,” ucap Yori Antar.

Direktur PT Propan Raya Yuwono Imanto menerangkan bahwa sayembara desain ini telah dilaksanakan sebanyak 7 kali, dimana 6 diantaranya hasil kolaborasi antara PT Propan Raya, Kemenpar, dan BEKRAF. “Melalui Sayembara Desain Arsitektur Nusantara, semoga masyarakat Indonesia semakin mencintai dan menghargai, serta menjadikan Arsitektur Nusantara tuan di rumah sendiri,” ucapnya.

Nah, bagi Anda yang ingin mengetahui hasil penjurian hari ini, pengumuman pemenangnya akan dilakukan pada Jumat, 30 November 2018, di Hotel Borobudur, Jakarta.

KOMENTAR

Ada 0 komentar untuk artikel ini
Berita Terkait
Setelah melalui proses panjang, Sayembara Desain Arsitektur Nusantara Pusat Informasi…
Sayembara Desain Restoran Nusantara 2017 yang diselenggarakan PT Propan Raya…
Jakarta, 5 Oktober 2018. Kementrian Pariwisata (Kemenpar) RI, Badan Ekonomi…
Jakarta, 30 November 2018. Sayembara Desain Pusat Cenderamata Pariwisata 2018…
Setelah melalui serangkaian proses yang cukup panjang, PT Propan Raya…
Kementerian Pariwisata (Kemenpar) Republik Indonesia, Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) Indonesia,…
Jakarta, 4 Oktober 2019. Sayembara Desain Arsitektur Nusantara yang diselenggarakan…
Setelah melalui serangkaian proses yang cukup panjang, Kementerian Pariwisata (Kemenpar),…
JAKARTA – Hei para arsitek dan desain interior di Indonesia,…
PT Propan Raya bersama Kementerian Pariwisata (Kemenpar) dan Badan Ekonomi…
Setelah mengukir sejarah dan mencatatkan namanya pada Museum Rekor Indonesia…
Buku Sayembara Desain Rumah Wisata (Homestay) Nusantara resmi diluncurkan pada…
Setelah melalui proses penilaian, para juri Sayembara Desain Arsitektur Nusantara…
Setelah melalui serangkaian proses yang panjang dari mulai peluncuran, penjurian,…