Dedikasi PT Propan Raya terhadap Arsitektur Nusantara bisa dikatakan sangat luar biasa. Tak heran, jika Menteri Pariwisata Republik Indonesia Arief Yahya menobatkan PT Propan Raya sebagai lokomotif pengembangan Arsitektur Nusantara. Di tahun ini, ada banyak kegiatan yang diusung PT Propan Raya terkait dengan Arsitektur Nusantara. Salah satunya adalah roadshow Arsitektur Nusantara ke universitas-universitas arsitektur di Indonesia.

Arsitektur Nusantara sudah mendarah daging di tubuh PT Propan Raya sejak perusahaan didirikan pada tahun 1979 oleh Hendra Adidarma. Bahkan, di generasi keduanya yang kini dipimpin oleh sang putra, Kris Rianto Adidarma, semangat mengibarkan Arsitektur Nusantara tetap terjaga dan terus membara. Hal ini terlihat pada kado ulang tahun yang diberikan sang CEO PT Propan Raya kepada Prof. Dr. Ir. Josef Prijotomo, M. Arch. pada acara malam Sarasehan Arsitektur Nusantara 2018 di Surabaya.

Pada kesempatan ini, CEO PT Propan Raya Kris Rianto Adidarma memberikan kado yang luar biasa bagi Sang Profesor di ulang tahunnya yang ke-70. Kado tersebut berupa dukungan PT Propan Raya mewujudkan mimpi Profesor Josep yang belum kelar agar bisa terus mengajar tentang Arsitektur Nusantara dan berjuang bersama menjadikan Arsitektur Nusantara sebagai mata kuliah resmi di jurusan arsitektur di seluruh universitas Indonesia.

CEO PT Propan Raya Kris Rianto Adidarma saat memberikan kado kepada Profesor Josef disaksikan oleh Direktur PT Propan Raya Yuwono Imanto, Arsitek Yori Antar, dan Ketua IAI Ahmad Djuhara pada acara Saresehan Arsitektur di Surabaya.

“Melihat semangat Profesor Josef, kami dari PT Propan Raya siap mendukung dan mewujudkan cita-cita Profesor Josef untuk terus mengibarkan Arsitektur Nusantara di seluruh pelosok Indonesia, terutama di institusi pendidikan. Semoga Arsitektur Nusantara terus jaya dan bisa mendunia,” ucap CEO PT Propan Raya, Kris Rianto Adidarma.

Tak sekadar wacana, kado ini benar-benar diwujudkan PT Propan Raya kepada Profesor Josef. Roadshow pertama Arsitektur Nusantara dilakukan di Universitas Sebelas Maret Surakarta pada 30 Mei 2018. Di acara ini, Profesor Josef menerangkan pentingnya mengenal dan mempopularkan Arsitektur Nusantara pada kalangan generasi muda arsitek Indonesia. Beberapa bangunan Arsitektur Nusantara jadi contoh betapa Indonesia kaya akan nilai budaya dan kekhasannya.

Profesor Josef dan Yuwono Imanto menyerahkan buku Sayembara Desain Arsitektur Nusantara ke pihak UNS Solo.

“Kalau bukan kita yang menjaga Arsitektur Nusantara, siapa lagi? Jangan sampai, kekayaan yang luar biasa ini akan hilang dan tak dikenali generasi muda. Tanpa adanya Arsitektur Nusantara, bangunan di Indonesia akan terlihat sama. Kondisi ini akan membuat bangunan di Indonesia tak memiliki identitas. Ini yang harus kita pahami bersama, keberagaman Arsitektur Nusantara inilah yang sebaiknya tetap kita jaga,” ucap Profesor Josef.

Direktur PT Propan Raya Yuwono Imanto menjelaskan bahwa sebenarnya ini bukan roadshow pertama yang dilakukan PT Propan Raya terkait Arsitektur Nusantara. “Kami pernah melakukan roadshow Arsitektur Nusantara sepanjang tahun 2013 dalam rangka memperkenalkan Sayembara Desain Arsitektur Nusantara. Total, ada 23 universitas yang kami kunjuni saat itu. Tapi, jika konteksnya terkait dengan kado bagi Profesor Josef, ini adalah roadshow pertama,” ucap Yuwono Imanto.

Sunardi Liemantika sedang memberikan informasi produk dan permasalahan terkait cat tembok.

Tak hanya tentang Arsitektur Nusantara, pada acara ini dijelaskan juga tentang CSR yang telah dilakukan PT Propan Raya oleh Yuwono Imanto. Sementara, Product Manager Cat Tembok PT Propan Raya Sunardi Liemantika mengupas tuntas berbagai masalah terkait pengecatan pada dinding beserta solusinya yang dikaitkan dengan produk. Dari mulai cat Decorshiel, Decorflex, Décorlotus, hingga Décor Leganza. Tak hanya produk, cara aplikasi yang benar dan baik pun dijelaskan secara detail dan rinci.

Profeser Josef sangat berterima kasih kepada PT Propan Raya karena dedikasi perusahaan terhadap Arsitektur Nusantara. “Terima kasih PT Propan Raya memberikan kesempatan yang sedemikian besar dan luas kepada saya. Semoga apa yang saya dan kita lakukan dapat bermanfaat bagi bangsa Indonesia,” tutup Profesor Josef.

KOMENTAR

Ada 0 komentar untuk artikel ini
Berita Terkait
Arsitektur Nusantara sudah mendarah daging di tubuh PT Propan Raya…
PT Propan Raya mengadakan roadshow Arsitektur Nusantara 2018 kedua yang…
Universitas Brawijaya menjadi tempat berlangsungnya roadshow Arsitektur Nusantara 2018 ketiga…
Roadshow Arsitektur Nusantara 2018 yang diselenggarakan PT Propan Raya terus…
Universitas Bina Nusantara (Binus) Anggrek Kemanggisan menjadi lokasi penyelenggaraan roadshow…
Acara Roadshow Arsitektur Nusantara 2018 keenam telah dilaksanakan pada Kamis,…
Bali terpilih menjadi tempat pertama diadakannya roadshow Arsitektur Nusantara yang…
Sayembara Desain Restoran Nusantara 2017 yang diselenggarakan PT Propan Raya…
Sebagai perusahaan cat asli Indonesia yang menghargai nilai arsitektur dan…
PT Propan Raya bersama Kementerian Pariwisata (Kemenpar) dan Badan Ekonomi…
Dedikasi PT Propan Raya terhadap Arsitektur Nusantara bisa dikatakan sangat…
Indonesia sejatinya tidak pernah kekurangan arsitek. Buktinya, banyak arsitek Indonesia yang…
Kementerian Pariwisata (Kemenpar) Republik Indonesia, Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) Indonesia,…
Setelah melalui proses panjang, Sayembara Desain Arsitektur Nusantara Pusat Informasi…
Jakarta, 4 Oktober 2019. Sayembara Desain Arsitektur Nusantara yang diselenggarakan…
Setelah melalui serangkaian proses yang cukup panjang, Kementerian Pariwisata (Kemenpar),…
Denpasar, 11 Oktober 2019. Propan Raya berkolaborasi dengan Pemerintah Kota…