Roadshow Arsitektur Nusantara 2018 yang diselenggarakan PT Propan Raya terus berlanjut. Kali ini, Institut Teknologi Nasional (ITENAS) Bandung menjadi lokasi roadshow Arsitektur Nusantara 2018 keempat. Mengusung konsep yang sama, acara ini dikemas dalam bentuk kuliah umum dan workshop pengecatan. Para pesertanya adalah para mahasiswa-mahasiswi semester akhir, akademisi, arsitek muda, dan komunitas arsitek di Bandung.

Sukses dengan penyelenggaraan sebelumnya, roadshow Arsitektur Nusantara 2018 kini berlangsung di ITENAS Bandung, pada Rabu, 26 September 2018. Penyelenggaraan kali ini merupakan roadshow Arsitektur Nusantara keempat yang telah dilakukan perusahaan cat asli Indonesia, PT Propan Raya. Sebelumnya, acara ini pernah diselenggarakan di UNS Solo pada 30 Mei 2018, UKDW Yogyakarta pada 30 Agustus 2018, dan UB Malang pada 18 September 2018.

Acara roadshow Arsitektur Nusantara kali ini dimulai dengan sambutan dari Ketua Jurusan Arsitektur ITENAS Bandung Tecky Hendrarto, lalu dilanjutkan oleh Wakil Ketua IAI Jawa Barat, Ivan Jubeil. “Kami bersyukur ada perusahaan seperti Propan yang serius memajukan Arsitektur Nusantara. Selain itu, juga berusaha mencetak para arsitek muda. Semoga, ke depannya, kita tidak hanya bertopang pada konsultan arsitek besar, tetapi diharapkan akan muncul banyak konsultan arsitek kecil yang memberi warna desain Arsitektur Nusantara,” ucap Ivan Jubeil.

Acara roadshow ini nyatanya sangat disukai oleh para peserta dan sangat memberikan manfaat bagi semua peserta.

Para pembicara yang mengisi acara pada sesi ini adalah Direktur PT Propan Raya sekaligus inisiator Sayembara Desain Arsitektur Nusantara dan Dewan Pengarah Indonesia Creative Cities Network, Ir. Yuwono Imanto, MBA; Wakil Ketua Bandung Creative Forum, Adi Panuntun; Profesor dan Peneliti  Arsitektur Nusantara, Prof. Dr. Ir. Josef Prijotomo, M. Arch; Produk Manajer Cat Tembok, Ir. Sunardi Liemantika; dan Founder Architect & Interior Design – Seniman Ruang; Helen Agustine Rusli, B. Arch., M.A.

Mengusung tema “Ekosistem Inovasi Industri Kreatif dan Pengembangan Kota Kreatif di Indonesia”, Yuwono mengungkapkan pentingnya para arsitek melihat peluang dan berani menjadi creativepeneur. “Kami memotivasi calon arsitek maupun arsitek muda bisa menjadi arsitek Indonesia yang berani menjadi creativepreneur di era arsitektur masa kini dengan membuka firma arsitektur ataupun menjadi profesional arsitek tanpa meninggalkan identitas bangsa melalui desain Arsitektur Nusantara,” ucapnya.

Menurut Yuwono, hal ini penting untuk mendongkrak prosentase jumlah arsitek atau creativepreneur di Indonesia. Fakta di lapangan menegaskan bahwa orang yang menjadi arsitek dan membuka biro sendiri masih kecil (hanya sekitar 5%– 8%), sedangkan yang menjadi creativepreneur dalam arti membuka kantor atau biro arsitek sendiri hanya 1%-2%. Untuk membuka wawasan dan semangat menjadi arsitek, roadshow kali ini menggandeng arsitek muda, Helen Agustine Rusli.

Inilah wajah para pembicara yang mengisi roadshow Arsitektur Nusantara di ITENAS.

Di usianya yang masih muda, Helen tak hanya sukses menapaki dunia arsitek dan desainer interior, tetapi ia menjadi sumber inspirasi. Keberaniannya dalam membuka firma arsitek dan desainer interior bernama “Seniman Ruang” patut diacungi jempol. Padahal, keluarganya tidak memiliki background dunia desain dan arsitektur.  Modal yang ia gunakan cukup sederhana: kenali diri sendiri, memaksimalkan alat bantu (fortofolio, media sosial, dan orang-orang terdekat), menguatkan branding, dan menjaga hubungan dengan klien.

“Target saya ketika lulus adalah harus bekerja di perusahaan arsitek ternama tetapi tidak harus firma arsitek yang besar, karena di perusahaan yang tidak besar , saya bisa belajar lebih banyak dunia arsitek. Selain belajar dan mendalami, juga akan menjadi portofolio yang menarik. Targetkan juga waktunya. Dua tahun cukup untuk belajar dengan orang. Lalu maksimalkan dunia media sosial sebagai bahan marketing dan juga maksimalkan relasi terdekat untuk menambah fortofolio proyek. Siapapun kliennya, besar-kecilnya proyek, kita harus tetap profesional,” ucap Helen, membeberkan rahasia suksesnya.

Sebagai Wakil Ketua Bandung Creative Forum, Adi Panuntun mengungkapkan bahwa dunia arsitek dan desainer adalah dunia penuh kreativitas. “Kita dituntut untuk terus belajar menggali dan mengekplorasi kemampuan diri, agar selalu lahir kreativitas baru yang menyegarkan,” ucapnya. Pada kesempatan ini juga Adi mengumumkan acara Indonesia Creative Cities Festival (ICCF) yang akan dilaksanakan di Yogyakarta, 15-18 Oktober 2018.

Luar biasa! Hingga akhir acara para peserta roadshow Arsitektur Nusantara di ITENAS ini tidak beranjak dari lokasi acara. 

Pembicara utama roadshow Arsitektur Nusantara, Prof. Josef Prijotomo tak kalah hebat membawakan materi. Mengusung tema “Menjadi Creativepreneur Bagi Arsitektur Indonesia yang Menjagad”, Prof Josef seakan menebarkan viris positif kepada generasi muda arsitek Indonesia. “Selalu ada jalan untuk menjadi arsitek hebat tanah air. Anda bisa seperti Yori Antar atau Andra Matin, yang dibutuhkan adalah keinginan, komitmen, dan keseriusan dalam menapaki dunia arsitek. Jangan setengah-setengah,” ucapnya.

Sebagai penyelenggara acara, PT Propan Raya tak luput untuk mengedukasi para peserta kuliah umum dan workshop. Mengusung tema “Produk Cat Inovatif yang Mendukung Pengembangan Arsitektur”, Sunardi menjelaskan dengan sistematis rangkaian produk cat Propan. “Kami berterima kasih kepada Propan Raya karena ada banyak edukasi yang bisa kami pelajari dengan adanya acara ini,” ucap Tecky Hendrarto.

Dengan adanya kuliah ini, semoga lahir arsitek-arsitek muda Indonesia dan biro-biro arsitek baru yang mengharumkan nama bangsa di mata Internasional. Salam Arsitektur Nusantara.

KOMENTAR

Ada 0 komentar untuk artikel ini
Berita Terkait
PT Propan Raya mengadakan roadshow Arsitektur Nusantara 2018 kedua yang…
Universitas Brawijaya menjadi tempat berlangsungnya roadshow Arsitektur Nusantara 2018 ketiga…
Universitas Bina Nusantara (Binus) Anggrek Kemanggisan menjadi lokasi penyelenggaraan roadshow…
Acara Roadshow Arsitektur Nusantara 2018 keenam telah dilaksanakan pada Kamis,…
Dedikasi PT Propan Raya terhadap Arsitektur Nusantara bisa dikatakan sangat…
Dedikasi PT Propan Raya terhadap Arsitektur Nusantara bisa dikatakan sangat…
Bali terpilih menjadi tempat pertama diadakannya roadshow Arsitektur Nusantara yang…
Sayembara Desain Restoran Nusantara 2017 yang diselenggarakan PT Propan Raya…
Sebagai perusahaan cat asli Indonesia yang menghargai nilai arsitektur dan…
PT Propan Raya bersama Kementerian Pariwisata (Kemenpar) dan Badan Ekonomi…
Baraya Hobi Kayu Jawa Barat merupakan tempat kumpulnya komunitas pecinta…
Beda dan tidak biasa. Hal inilah yang tampak terlihat pada…
Arsitektur Nusantara sudah mendarah daging di tubuh PT Propan Raya…
Indonesia sejatinya tidak pernah kekurangan arsitek. Buktinya, banyak arsitek Indonesia yang…
Kementerian Pariwisata (Kemenpar) Republik Indonesia, Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) Indonesia,…
Setelah melalui proses panjang, Sayembara Desain Arsitektur Nusantara Pusat Informasi…
Jakarta, 4 Oktober 2019. Sayembara Desain Arsitektur Nusantara yang diselenggarakan…
Setelah melalui serangkaian proses yang cukup panjang, Kementerian Pariwisata (Kemenpar),…
Denpasar, 11 Oktober 2019. Propan Raya berkolaborasi dengan Pemerintah Kota…