Om Firman: Di Dunia Furnitur Kayulah Saya Merasakan Yang Namanya Passion
Penulis: M Irfan Hidayatullah | 2018-12-26 16:45:27
Om Firman saat menghadiri acara Woodtalk and Festival di Jakarta.
Dunia furnitur kayu sebenarnya bukan dunia pertama yang digeluti Om Firman. Ia pernah menggeluti bisnis ikan dan studio musik. Tetapi, takdir selalu menariknya untuk selalu bersentuhan dengan dunia furnitur kayu. Kini, tanpa ragu, Om Firman pun mengatakan bahwa di dunia furnitur kayulah ia merasakan apa yang namanya passion.
Bak seseorang yang sedang jatuh cinta, ada banyak tipe orang yang jatuh cinta. Secara garis besarnya, dibagi menjadi dua. Pertama, tipe orang yang merasakan jatuh cinta pada pandangan pertama. Kedua, baru merasakan jatuh cinta setelah melewati berbagai situasi dan kondisi yang ia lalui dengan pasangan. Om Firman ini bisa dibilang tipe yang kedua. Dirinya baru merasakan jatuh cinta setelah bergelut cukup lama dengan dunia kayu.
Pertemuaannya dengan dunia kayu dimulai sejak tahun 1996. Ia bekerja di sebuah pabrik interior yang berlokasi di daerah Serpong, Tangerang. Saat itu, pekerjaan yang digelutinya belum berhubungan langsung dengan dunia kayu. Tak ada namanya memotong, mengampelas, menggergaji, atau mem-finishing kayu. Kerjaan Om Firman waktu itu adalah seorang admin. Ia hanya mengdata barang.
Baru pada tahun 2003, petualangannya di dunia kayu dimulai. Pengalamannya bekerja di pabrik kayu, walau sebagai admin, berhasil membuat dirinya penasaran: apa rasanya menggeluti dunia kayu? Ia pun memutuskan untuk ikut bergabung dengan temannya menggeluti dunia kayu hingga tahun 2014. Walau demikian, ia masih mencoba membuka usaha lain, yakni berbisnis ikan dan studio musik. Tetapi, keduanya tak bertahan lama.
“Selama rentang waktu itu, saya baru sekadar mengerjakan pekerjaan menukang. Baru pada tahun 2014, saya mulai benar-benar merasakan dorongan untuk terjun lebih mendalami dunia furnitur kayu. Saya baru merasakan yang namanya passion. Di tahun ini jugalah saya memberanikan diri untuk membuka workshop furnitur sendiri,” ucap Om Firman yang memiliki workshop bernama Bagus Interior dan Furnitur.
Bagus Interior dan Furnitur pertama dibangun di Jalan Kayu Gede, Graha Raya, Tangerang. Permintaan yang terus meningkat akhirnya membuat Om Firman membangun workshop kedua yang beralamat di Jalan Setia Budi Pondok Kacang Timur No.10, Tangerang. “Mungkin karena saya pakai hati membuatnya, jadi semakin banyak orang yang mempercayakan pembuatan furnitur ke saya,” ucap anggota komunitas HobiKayu Chapter Tangerang ini.
Berbagai permintaan yang datang ke dirinya pun sangat beragam. Ada yang berasal dari arsitek, deiner interior, bahkan saya buat idenya berasal dari konsultan arsitek/desainer interior atau by owner. Saya lebih banyak di eksekusi dari gambar yang telah jadi. Tetapi, jika pemilik mau digambarkan oleh saya pun enggak masalah. Pasti, akan saya bantu,” ucapnya.
Om Firman mengungkapkan kini ia bisa membuat furnitur interior untuk keperluan rumah tinggal, hotel, restoran, kafe, butik, atau toko. Kayu yang bisa dipakainya pun beragam, bisa kayu engineering (plywood, multipleks, blockboarb) atau kayu solid (jati, bengkirai, kamper, jati belanda, dsb). Sementara, untuk finishing-nya bisa disesuaikan dengan kebutuhan, apakah mau finishing melamin, duco (solid color), rustik, atau permintaan lainnya.
Untuk finishing, ia banyak mempercayakannya ke cat Propan. “Saya pengguna Propan PU-91. Warna yang paling banyak saya gunakan white doff. Untuk segmen market middle up (red: menengah ke atas), Propan PU ini sangat bisa bersaing, baik segi harga maupun kualitas. Keren!” ucapnya. Sementara, yang sedang ia dalami saat ini adalah cat kayu water based. “Lagi masih beradaptasi, tapi sejauh ini suka karena enggak berbau. Jadi, enggak ganggu pekerjaan menukang,” tambahnya.
Tak heran, kini Om Firman selalu ikut menghadiri berbagai macam workshop dan training terkait dunia kayu termasuk finishing-nya. “Semua saya persembahkan yang terbaik buat para pelanggan saya,” ucapnya menutup pembicaraan dengan tim Propan News.